1. 1 dari 13 orang di dunia saat ini memiliki sebuah akun Facebook. Lebih dari separuhnya log in setiap hari.
9 Makanan Ini Mampu Perbaiki Mood
Di saat-saat tertentu, adakalanya kita membutuhan beberapa jenis makanan yang dapat menyeimbangan atau memperbaiki mood yang sedang turun. Inilah beberapa makanan yang diyakini dapat memperbaiki dan mengubah suasana hati Anda :
1. PopcornMakanan favorit saat nonton film di bioskop ini ternyata bisa mengubah suasana hati jadi lebih cerah. Namun, ingatlah untuk hanya mengonsumsi popcorn rendah lemak. Jangan tambahkan butter atau lemak jenuh. Popcorn baik untuk meningkatkan energi dan memperbaiki suasana hati.
2. KopiSatu atau dua cangkir kopi sebelum siang hari adalah dewa penolong buat pencinta kopi. Penelitian jelas membuktikan bahwa kafein meningkatkan kinerja fisik dan mental, jika dikonsumsi dalam jumlah sedang. Kopi latte adalah minuman yang instan bikin hati jadi lebih riang. Espresso juga baik untuk meningkatkan suasana hati, asalkan Anda tak terlalu banyak mengonsumsi kafein. Anda sendiri yang bisa menentukan berapa kafein yang boleh dikonsumsi, sehingga tak menimbulkan kegugupan dan gangguan kesehatan lain. Waktu terbaik minum kopi adalah sebelum makan siang. Lalu, beralihlah ke teh hijau atau air putih sesudah makan siang.
3. Susu rendah lemakIni adalah minuman yang bisa bikin Anda merasa enak. Susu yang sehat adalah yang rendah lemak. Minumlah satu atau dua gelas susu sehari.
4. TelurMakanan ini baik untuk otak dan temperamen Anda. Makanlah satu telur, termasuk kuningnya, di pagi hari jika mungkin. Itu karena kuning telur mengandung lesitin yang bagus untuk sel-sel otak. Telur ini bisa dimasak dalam bentuk apa saja, asalkan jangan terlalu sering digoreng.
Waspadai kuning telur karena bisa meningkatkan kadar kolesterol dan risiko serangan jantung. Konsultasi dengan dokter mengenai seberapa sering Anda boleh mengonsumsi kuning telur dalam seminggu.
5. Minuman cokelat panasFitokimia yang ditemukan pada biji cokelat diketahui positif meningkatkan suasana hati dan merendahkan tekanan darah. Minumlah secangkir cokelat panas sebelum tidur, supaya tidur jadi semakin nyenyak.
6. CokelatMakanan ini jadi favorit banyak orang di kala hati sedang sedih. Pilihlah dark chocolate daripada milk chocolate. Kalau bisa, pilih dark chocolate dengan kadar 70 persen. Makanlah sedikit-sedikit. Jika langsung mengonsumsi banyak, suasana hati Anda memang membaik, tetapi dengan cepat akan sedih kembali.
7. Kacang-kacanganPeneliti Richard Mattes dari Purdue University melakukan riset yang berkaitan dengan rasa kenyang. Ia menemukan bahwa orang merasa lebih kenyang, jauh dari rasa lapar dan stres jika makan segenggam kacang sebelum makan. Kacang juga bagus untuk otak karena mengandung zat kimia bernama choline.
8. GandumPilih beras merah, roti gandum atau pasta gandum dan sereal sarapan yang mengandung lebih banyak serat daripada gula. Makanan tinggi serat dan rendah gula dipercaya membantu menjaga suasana hati, khususnya di jam-jam setelah sarapan atau makan siang.
9. Jus anggurMinuman ini sama dengan anggur merah, mengandung polifenol yang menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko serangan stroke. Selain itu, jus anggur juga membantu menjaga suasana hati Anda dan mencegah penuaan pada otak.
Peneliti di the Tufts pernah mengevaluasi efek jus anggur pada otak tikus. Para peneliti yakin bahwa efek jus anggur pada tikus itu sama dengan pada manusia. Kuncinya adalah minum jus murni tanpa tambahan gula dan tidak mengupas kulitnya. (Kompas.com)
Pancasila dalam Bahasa Mandarin
| di Rabu, Maret 30, 2011
Siapa sih yang nggak hafal dengan Pancasila???Wah,,,sungguh terlalu kalau sampai tidak hafal!! Sejak Sekolah Dasar setiap hari Senin teks Pancasila kan selalu dibacakan. Kalau sampai tidak hafal, berarti bukan warga negara yang baik hehhehehe.... Nah, kalau teks Pancasila tersebut dalam bahasa Mandarin bagaimana yah....
Ayo kita mengenal Pancasila dalam bahasa Mandarin....Pasti seru ^____^
建國五原則 Jiànguó wǔ yuánzé : Pancasila
1. 信仰最高真主 Xìnyǎng zuìgāo zhēnzhǔ : Ketuhanan yang Maha Esa
2. 正義和文明的人道主義 Zhèngyì hé wénmíng de réndào zhǔyì : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
3. 印度尼西亞的团结統一 Yìndùníxīyà de tuánjié tǒngyī : Persatuan Indonesia
4. 在代議制和協商的明智思想指導下的民主 Zài dàiyìzhì hé xiéshāng de míngzhì sīxiǎng zhǐdǎo xià de mínzhǔ : Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan
5. 為全體印度尼西亞人民實現社會正義 Wèi quántǐ yìn dù ní xī yǎ rénmín shíxiàn shèhuì zhèngyì : Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
Selamat mencoba menghafal :)
10 Trik Praktis Meredam Stres
| di Rabu, Maret 23, 2011
Stres bagi kebanyakan orang seperti sebuah momok yang menghantui kehidupan. Kehadirannya kerap tak diundang dan bisa menyerang kapan saja.Faktor gaya hidup dan juga rutinitas yang membelenggu keseharian kerap melahirkan stres tanpa kita duga. Jika sudah terlanjur terserang stres, ada 10 cara praktis untuk mengusirnya.
1. Ubah suasana
Ketika stres merasuk pikiran Anda, tempatkan diri Anda dalam lingkungan yang berbeda selama lima sampai 10 menit. Jika Anda terbiasa membaca atau mengetik di atas meja, sesekali pindahlah ke bangku luar. Pengaturan suasana baru dapat membangkitkan indera Anda dan mengusir stres Anda karena rangsangan baru yang Anda hadirkan.
2. Mulai olahraga
Mulailah latihan fisik dengan gerakan ringan seperti meloncat-loncat atau mengibaskan tangan untuk membuat rileks tubuh. Aktivitas fisik dapat memberikan kesegaran dan mencegah Anda dari energi negatif. Bernafaslah perlahan dan mendalam guna mencegah datangnya stres yang luar biasa.
3. Menuliskannya
Mulailah menulis jurnal yang menuangkan beberapa pikiran yang mengganggu Anda. Kemudian tuliskan pula tindakan yang dapat membantu Anda mengatasi beban masalah tersebut.Cara ini sangat efektif mengusir stres yang menyerang secara tiba-tiba.
4. Pelihara rasa humor
Tertawalah setidaknya sekali sehari, bahkan kalau bisa sesering yang Anda bisa. Studi menunjukkan bahwa penderita sakit kronis pun dapat terminimalisir penyakitnya dengan tertawa beberapa kali dalam sehari.
5. Jalan-jalan
Berjalan-jalan walau hanya lima menit akan membuat pembaruan pada pikiran Anda serta menjadikan pernafasan Anda lebih berirama. Tak hanya itu, pikiran Anda pun jadi terasa lebih jernih. Agar lebih maksimal, ayunkan lengan Anda bolak balik dan tarik nafas panjang untuk meningkatkan energi. Ini adalah salah satu latihan untuk mencegah stres.
6. Hentikan semua kegiatan
Bila Anda mulai merasa stres, hentikan apa yang Anda lakukan dan habiskan waktu beberapa menit untuk bernafas dalam-dalam.
7. Katakan tidak untuk apa aktifitas yang tidak penting
Turunkan tuntutan Anda dan menempatkan diri sendiri pada pelataran kenyamanan guna mengurangi stres. Jangan menerima semua tawaran kegiatan yang memang tidak diperlukan dan Anda pun tak memiliki cukup waktu untuk melakukannya.
8. Jaga beban tugas di pagi hari
Biasanya di pagi hari ketika Anda masih segar, ini adalah waktu terbaik untuk melakukan proyek-proyek yang membutuhkan konsentrasi penuh. Jadi, lihatlah proyek besar yang sedang Anda jalani dan lakukan serangkaian langkah untuk menyelesaikan tugas satu per satu.
9. Sisakan tiga jam setiap pekan untuk Anda sendiri
Jangan biarkan orang lain mencuri waktu dan privasi Anda. Gunakan sisa waktu tersebut untuk menjalankan hobi Anda, misalnya dengan membaca sebuah buku yang Anda inginkan dan tak sempat Anda baca selama ini.
10. Hiduplah untuk hari ini
Jangan hidup untuk masa lalu dan justru mengkhawatirkan tentang masa depan. Nikmatilah hidup yang sedang terlewati saat ini dengan sebaik-baiknya. Ini adalah resep jitu terhindar dari stres yang akut. (lw/okezonecom)
Anak China Lebih Berhasil dari Anak Barat ??
Orang China jaman dulu memberi hukuman ke anak-anaknya. Tapi, saya rasa itu prosedur benar. Semua manusia dilahirkan dengan tidak mengerti apa pun. Jadi perlu diatur dan diarahkan. Seperti pemerintah China juga mengontrol rakyatnya dan memberi hukuman jika melanggar. Akibatnya, China sekarang boooooming maju.......
-----------------------
Orangtua keturunan China dianggap begitu superior terhadap anaknya sedangkan orangtua di negara-negara Barat lebih demokratis dan menghargai individu anak. Belakangan mulai jadi perdebatan, bahwa mencetak anak yang berhasil ternyata lebih tepat dengan gaya mendidik ala China. Benarkah demikian?
Dilansir dari Detikcom, perdebatan ini mencuat setelah muncul buku 'Battle Hymn of the Tiger Mother' karangan Amy Chua, seorang profesor sekolah hukum dari Yale Law School. Tulisan ini menceritakan bagaimana ibu-ibu di China atau keturunan China dengan didikan kerasnya mampu membuat anaknya berhasil. Hal yang sama seperti dialami Amy ketika kecil hingga menjadi orang sukses seperti sekarang.
Amy kini menerapkan gaya didik orangtuanya kepada dua anaknya Sophia dan Louisa yang sudah beranjak remaja. Anak-anaknya dilarang main game dan nonton TV, menginap di rumah teman, harus mendapat nilai A, harus les biola atau piano.
Di negara AS misalnya, anak-anak yang didik orangtua keturunan China jago matematika, pintar main piano dan sering jadi juara di kelasnya. Mendidik dengan disiplin dan kontrol orangtua yang besar menurut Amy juga dilakukan orangtua keturunan Korea, India, Jamaika, Irlandia dan Ghana.
Dalam salah satu penelitian terhadap 50 ibu di Amerika dan 48 ibu-ibu imigran China, hampir 70 persen ibu-ibu barat mengatakan bahwa 'menekankan keberhasilan akademis tidak baik untuk anak-anak' karena yang terpenting 'orang tua perlu mendorong ide bahwa belajar adalah hal yang menyenangkan'.
Sebaliknya, sebagian besar ibu keturunan China mengatakan bahwa mereka percaya anak-anaknya dapat menjadi siswa 'yang terbaik' karena 'prestasi akademik mencerminkan orangtua yang sukses mendidik' dan 'jika anak-anak tidak unggul di sekolah itu artinya ada masalah pada orangtua kenapa anak tidak mengerjakan tugasnya'.
Studi lain menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orangtua Barat, orangtua China menghabiskan 10 kali lebih lama waktunya untuk terlibat dan memantau aktivitas akademik anak-anaknya. Sebaliknya, anak-anak Barat lebih banyak berpartisipasi dalam kegiatan dan tim olahraga ketimbang prestasi akademik.
Amy juga mengatakan ketika orangtua China menerapkan disiplin dan pola didik yang terkontrol, anak-anak China juga akan menolak. Namun kuncinya, kesabaran orangtua untuk mendampingi anak karena memang akan sulit dijalani di masa-masa awal. Hal yang berbeda dengan tipikal orangtua barat yang cenderung menyerah pada kemauan anak ketika anak menolak.
Amy juga menceritakan bagaimana ayahnya pernah memanggilnya dengan sebutan 'sampah' yang membuat dirinya marah dan sangat tidak enak. "Tapi itu tidak merusak harga diri saya, justru memotivasi saya agar tidak menjadi sampah tapi jadi orang yang berharga," kata Amy seperti dilansir dari Time dan WSJ, Minggu (20/2/2011).
Orangtua China bisa berkata 'Hei gendut, turunkan berat badanmu'. Sebaliknya orangtua Barat akan menjelaskan ke anak dari sisi kesehatan tidak pernah mengejek anaknya gendut tapi lebih memilih memberikan anak terapi makan yang benar.
Contoh lain, orangtua China bisa minta anaknya dapat nilai A dan akan bilang, 'Kamu malas, semua temanmu dapat yang terbaik'. Orangtua China merasa anaknya cukup kuat menghadapi tekanan dan mereka akan berhasil kalau bisa bekerja lebih keras lagi.
Sebaiknya orangtua Barat hanya meminta anaknya mencoba melakukan yang terbaik. Mereka akan berhati-hati untuk tidak membuat anak mereka merasa tidak mampu dan tidak akan pernah memanggil anaknya dengan sebutan 'bodoh', 'tidak berguna' atau 'memalukan'.
Orangtua China bisa melakukan seperti itu karena tradisi China men-stigma anak-anak berutang ke orangtuanya yang telah berkorban banyak sehingga mereka harus membayarnya dengan prestasi dan kebanggaan serta rasa hormat kepada orangtua.
Sebaliknya, orangtua di Barat tidak berpikir demikian. Anak-anak tidak memilih orangtuanya dan bahkan mereka tidak memilih untuk dilahirkan sehingga anak-anak tidak berutang apa-apa. Tugas mereka adalah membuat anak-anak menjadi diri mereka sendiri.
Orangtua Barat mencoba untuk menghormati individua anak-anaknya, mendorong mereka untuk mengejar keinginan mereka, mendukung pilihan mereka, dan memberikan dukungan dan lingkungan yang positif.
Sebaliknya, orangtua China percaya bahwa cara terbaik untuk melindungi anak-anak mereka adalah dengan mempersiapkan masa depan mereka, membekali anak dengan keterampilan, kebiasaan kerja yang tekun dan disiplin, dan keyakinan batin yang tinggi sehingga tidak ada seorang pun yang bisa mengambilnya.
Buku Amy ini hingga kini terus menjadi kontroversi, beberapa orangtua di barat mulai beranggapan didikan ala orantua China bisa jadi lebih baik untuk masa depan anak. Tapi lebih banyak lagi yang menilai gaya didik seperti itu bagaikan robot yang tidak menghargai individu anak.
Sumber : everydaymandarin.com




